Narkoba, Musuh Besar Korekayu

Band Pop 70-an asal Jogja, Korekayu, kesal benar dengan peredaran narkoba. Meski hukuman diberatkan dan kepolisian makin giat merazia, Alfonsus Kriswandaru (gitar), Bondan Jiwandana (gitar), Lukas (gitar), Alvin Yudha (Drum), dan Bagas Raharjo Ranggen (Bass) kesal lantaran masih ada orang-orang yang mengedarkannya ke anak muda.

“Narkoba itu musuh besar kami. Kami komitmen dari awal ngeband enggak usah pake yang begitu-begitu. Bikin enggak fokus,” kata Alfonsus.

Ada pengalaman yang bikin mereka kesal bukan main dengan narkoba. Salah satu rekan mereka jadi korban narkoba saat kuliah dan kini masih menjalani rehabilitasi. “Padahal kami sering main sama-sama. Main musik sama-sama, nongkrong sama-sama, semuanya bareng-bareng. Kami harap teman kami itu bisa lekas sembuh,” sambung Bondan.

Berdiri sejak 2013, Korekayu langsung membius anak muda lewat album perdana berjudul “Retrorika Metropolitan”. Ketika manggung mereka selalu mengingatkan generasi muda Jogja agar menjauhi narkoba dan lebih banyak melakukan kegiatan positif lainnya.

Baru-baru ini melempar lagu-lagu mereka ke laman dengan berbayar digital. Sebanyak lima lagu di album “Retrorika Metropolitan” dilepas dan sudah bisa didengar langsung di laman seperti iTunes, Spotify, Google Play, Napster, hingga Rhapsody.

Baru satu pekan dilempar ke laman dengar digital, banyak yang sudah merespon positif karya band dengan personel ramah dan gila ini. Rockstar Studio contohnya. Studio musik sekaligus rekaman yang dipercaya menjadi tempat latihan band-band besar seperti Endank Soekamti itu mengajak Korekayu kolaborasi “Live Session” yang dilempar ke laman Youtube.

“Kami membawakan single ‘Di Bawah Tangga’. Direkam oleh Mas Donney Wagna dan Mas Birowo Sulaksono serta videographer mas Vidikis. Tidak butuh waktu lama pengerjakan proyek ini, hasilnya sangat memuaskan,” lanjut Alvin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *