Vokalis dan Drummer Baru Bikin Reddot Lebih Segar

Band Rock Jogja, Reddot sejak awal 2017 ini membuat tagline “Reborn”. Kelahiran kembali, kata Teguh Joyo Santiko, gitaris yang biasa disapa Teguh ini mengawali pemaparannya soal tagline. Sejak melahirkan album pertama pertengahan 2016 lalu, badai mendatangi band yang namanya diberikan perupa besar Putu Sutawijaya ini. Vokalis mereka, Jeff cabut beberapa saat usai album. Beberapa bulan kemudian, giliran Benaya, drummer yang juga cabut dari band.

“Reborn artinya kehidupan kembali. Kami sempat lama tidak ngumpul latihan atau berkarya bersama. Saya dan Akbar (bass) sepakat membangun kembali band ini,” beber Teguh.

Reddot sempat naik daun berkat single di album pertama berjudul “Matahari”. Cabutnya dua personel membuat proses pengaryaan album kedua mereka tertunda lama. Namun, karena niat bermusik yang tinggi, Teguh dan Akbar bergerilya mencari pengganti Benaya. “Kami cari ke mana mana, nanya teman, nge-jamm dan akhirnya ketemu sama Rifky. Dia anak ISI yang punya semangat sama main musik sama Redot. Ini udah satu bulan main bareng,” sambung Akbar.

Untuk vokalis, Reddot mempercayakannya pada Jascha, ritem gitar Reddot. Timbre Jascha jauh berbeda dari Jeff, vokalis sebelumnya, di mana dimensinya lebih lebar. Banyak yang menaruh harapan pada dua personel itu. Mereka pun membayar lunas harapan orang-orang, terutama fans Reddot band saat manggung di gelaran Doom Diversity Jumat (25/3) malam di Sangkring Artproject.

Gebukkan Rifky mantap dan membuat musik Reddot jauh lebih menyegarkan. Sedangkan Jascha cukup percaya diri dibenani dua tanggung jawab sebagai frontman sekaligus pelapis gitar. Single “Matahari” jadi lebih menyegarkan ketika dibawakan dengan semangat rock bermumbu psychedelic ala Libido Fuzz, san Pharaoh Overlord. “Semoga kami bisa bertahan lama dengan formasi yang sekarang,” sambung Teguh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *